Sekjen FKDSI Prof. Esti Handayani Hardi, Pelopor Pengembangan Jamu Ikan Herbal di Indonesia

Keluarga Besar Forum Komunikasi Dosen Seluruh Indonesia (FKDSI) bangga atas kiprah Sekretaris Jenderal FKDSI, Prof. Dr. Esti Handayani Hardi, yang konsisten mengembangkan inovasi obat ikan berbahan tanaman herbal lokal untuk mendukung kesehatan ikan dan kemajuan sektor perikanan Indonesia.
Prof. Esti Handayani Hardi merupakan guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur. Ia dikenal melalui penelitian dan pengembangan obat ikan alami dengan memanfaatkan potensi tanaman herbal lokal sebagai bahan antibakteri dan imunostimulan untuk membantu mencegah serta menangani penyakit pada ikan budidaya.
Komitmen tersebut mendapat dukungan pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 2019 melalui penelitian bertajuk “Industrialisasi Produk Antibakterial, Imunostimulan Alami dalam rangka Kemandirian Obat Ikan Nasional.” Melalui penelitian dan pengembangan tersebut, Prof. Esti menghasilkan sejumlah produk inovasi obat ikan, di antaranya BIOIMUN, 3 IN 1 BIOIMUN, BIOFEED, dan BIOSTESI. Universitas Mulawarman melaporkan bahwa produk-produk tersebut telah diproduksi secara massal. Inovasi ini menjadi salah satu contoh upaya membawa hasil penelitian akademik menuju penerapan yang bermanfaat bagi masyarakat perikanan.
Selain mengembangkan produk, Prof. Esti juga aktif menulis artikel ilmiah dan buku mengenai kesehatan ikan. Beberapa buku yang telah diterbitkan antara lain Parasit Biota Akuatik, Parasit Biota Akuatik dan Penanggulangan, serta Penyakit Bakterial Ikan Air Tawar: Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas fluorescens.
Kontribusinya juga mencakup pendampingan masyarakat melalui pengembangan jamu ikan berbahan tanaman lokal bersama kelompok pembudidaya. Upaya tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung kesehatan ikan, produktivitas budidaya, dan pengembangan alternatif obat ikan berbasis bahan alami.Dari sisi akademik, Prof. Esti menempuh pendidikan sarjana di Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktor pada bidang Ilmu Akuakultur di IPB. Pada 25 Februari 2020, di usia 39 tahun, ia dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Mulawarman dan diberitakan sebagai profesor termuda dalam sejarah universitas tersebut pada saat itu.
Ketua Umum FKDSI, Andi Herenal Daeng Toto, menyampaikan bahwa kiprah Prof. Esti Handayani Hardi merupakan kebanggaan bagi keluarga besar FKDSI sekaligus inspirasi bagi para dosen di seluruh Indonesia.
“FKDSI bangga memiliki sosok akademisi seperti Prof. Esti Handayani Hardi yang terus berkontribusi melalui penelitian dan inovasi di bidang perikanan. Kiprah beliau menunjukkan bahwa dosen Indonesia tidak hanya berperan dalam pendidikan dan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung kemandirian nasional,” ujar Herenal
Ia menegaskan bahwa FKDSI akan terus mendorong penguatan budaya riset, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian agar semakin banyak karya dosen Indonesia yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.
Menurutnya, dosen harus mendapatkan ruang dan dukungan yang memadai untuk mengembangkan penelitian, menghasilkan inovasi, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat.
“Semangat FKDSI adalah Harmoni–Progresif. Kami ingin membangun ekosistem dosen Indonesia yang saling menguatkan, produktif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.
FKDSI berharap kiprah Prof. Esti dapat menginspirasi dosen di berbagai perguruan tinggi untuk terus mengembangkan potensi lokal menjadi inovasi yang bernilai, memperkuat kemandirian nasional, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Prestasi dan kontribusi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran dosen sebagai penggerak ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing.
Referensi:
Universitas Mulawarman — Produksi Ribuan Obat Ikan per Minggu melalui Dana Riset LPDP
Universitas Mulawarman — Dosen Unmul Menerima Dana Riset LPDP untuk Obat Ikan Berbahan Tanaman Lokal
Kompas.com — Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul, Ciptakan 4 Produk Obat
Jurnal ANDIL Universitas Mulawarman — Artikel pengabdian masyarakat tentang jamu ikan
PubMed — Publikasi ilmiah tentang penelitian herbal untuk kesehatan ikan
Galeri Foto & Video

