Kembali ke Berita
Kegiatan
19 Oktober 2026

Rakornas DPP FKDSI 2026 Tuntas, Perkuat Soliditas Nasional dan Teguhkan Komitmen Memperjuangkan Masa Depan Dosen Indonesia

Rakornas DPP FKDSI 2026 Tuntas, Perkuat Soliditas Nasional dan Teguhkan Komitmen Memperjuangkan Masa Depan Dosen Indonesia

Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dosen Seluruh Indonesia (DPP FKDSI) sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi konsolidasi organisasi, penyelarasan program kerja, serta penguatan komitmen bersama dalam membangun organisasi profesi dosen yang solid, progresif, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan tinggi Indonesia.

Rakornas yang diikuti jajaran pengurus DPP FKDSI dari berbagai bidang, di laksanakan secara daring. Agenda ini menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi nasional dan menyatukan langkah seluruh pengurus dalam menjalankan mandat organisasi. Forum ini sekaligus menegaskan bahwa FKDSI tidak hanya dibangun sebagai wadah komunikasi antardosen, tetapi juga sebagai organisasi yang berkomitmen mengawal aspirasi, memperjuangkan kepentingan dosen, dan berkontribusi terhadap pembangunan pendidikan tinggi nasional.

Pelaksanaan Rakornas merupakan bagian dari tindak lanjut konsolidasi organisasi setelah pelantikan pengurus DPP FKDSI periode 2026–2031 pada 2 Oktober 2026 di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta. Dengan telah terbentuknya kepengurusan baru, FKDSI mulai memasuki tahapan penguatan kelembagaan dan implementasi program kerja agar keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi dosen di seluruh Indonesia.

Perkuat Soliditas dan Kesatuan Gerak Organisasi

Ketua Harian Leonardo Indra Vitaharza menegaskan bahwa Rakornas memiliki arti penting dalam memastikan seluruh jajaran pengurus bergerak dalam satu visi, satu arah, dan satu komitmen untuk membesarkan organisasi.

Menurutnya, organisasi nasional yang menghimpun dosen dari berbagai wilayah, latar belakang institusi, dan karakteristik kepegawaian membutuhkan komunikasi yang kuat, koordinasi yang teratur, serta pembagian tanggung jawab yang jelas. Perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang bagi terbangunnya solidaritas, melainkan harus menjadi kekuatan untuk memperkaya gagasan dan memperluas jangkauan perjuangan organisasi.

“Rakornas ini bukan sekadar forum pertemuan pengurus, melainkan momentum untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas, dan memastikan setiap bidang memiliki arah kerja yang jelas. FKDSI harus bergerak secara kolektif, profesional, dan progresif. Kita ingin organisasi ini hadir melalui kerja nyata, bukan hanya melalui pernyataan dan agenda seremonial,” tegas Leonardo

Ia menambahkan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kualitas koordinasi, partisipasi aktif anggota, konsistensi pelaksanaan program, dan kemampuan menghasilkan manfaat nyata.

Karena itu, seluruh pengurus DPP FKDSI diharapkan dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, membangun komunikasi lintas bidang, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Perluas Jaringan Nasional melalui Pembentukan DPW di Setiap Provinsi

Sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan organisasi, DPP FKDSI juga merencanakan pembentukan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) di berbagai provinsi di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi nasional untuk memastikan FKDSI hadir lebih dekat dengan dosen, mampu menghimpun aspirasi daerah, dan memperkuat koordinasi antara pengurus pusat dan wilayah.

Pembentukan DPW di tingkat provinsi diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun jaringan organisasi yang solid, representatif, dan berkelanjutan. Melalui kepengurusan wilayah, FKDSI ingin memperluas partisipasi dosen, memperkuat komunikasi lintas perguruan tinggi, serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi dosen sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.

DPW nantinya diharapkan berperan dalam mengoordinasikan kegiatan organisasi di tingkat provinsi, mendukung pelaksanaan program unggulan DPP FKDSI, mengembangkan kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan daerah, serta menindaklanjuti aspirasi anggota untuk disampaikan kepada pengurus pusat.

Pembentukan kepengurusan wilayah juga akan menjadi bagian dari upaya memperluas pelaksanaan program-program FKDSI, seperti pelatihan kompetensi dosen, Klinik Akreditasi Online, pengembangan publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi lokal.

Melalui penguatan DPW, DPP FKDSI berharap konsolidasi organisasi tidak hanya terpusat di tingkat nasional, tetapi berkembang secara bertahap hingga ke berbagai wilayah Indonesia. Proses pembentukan kepengurusan akan dilaksanakan dengan mengacu pada AD/ART serta mekanisme organisasi yang berlaku, dengan mengedepankan integritas, kapasitas, dan komitmen calon pengurus.

Dengan terbentuknya DPW di berbagai provinsi, FKDSI diharapkan semakin kuat sebagai rumah bersama bagi dosen Indonesia, sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan aspirasi dosen di daerah dengan agenda perjuangan dan pengembangan organisasi di tingkat nasional.

Salah satu bagian penting dalam Rakornas DPP FKDSI 2026 adalah pemaparan berbagai rencana program unggulan yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dosen, memperkuat kualitas akademik, mengembangkan kompetensi profesional, dan memperluas kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

Sejumlah program yang dipaparkan mencakup Klinik Akreditasi Online, pengabdian kepada masyarakat berbasis desa wisata, pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), pelatihan kompetensi dosen, serta pengembangan Rumah Jurnal FKDSI dengan target akreditasi nasional. Selain itu, terdapat berbagai gagasan program lainnya yang berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan dosen dan kapasitas organisasi.

Pemaparan program-program tersebut menunjukkan bahwa FKDSI berupaya membangun organisasi yang tidak hanya berorientasi pada advokasi dan pengawalan aspirasi dosen, tetapi juga menyediakan ruang pengembangan kapasitas akademik, peningkatan kompetensi, dan kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Klinik Akreditasi Online direncanakan menjadi ruang konsultasi dan pendampingan bagi dosen maupun perguruan tinggi yang membutuhkan dukungan dalam memahami proses, instrumen, dan persiapan akreditasi. Melalui program ini, FKDSI ingin mendorong peningkatan pemahaman mengenai penjaminan mutu, penyusunan dokumen, penguatan tata kelola akademik, serta pemenuhan standar akreditasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Program ini diharapkan dapat membuka akses pendampingan yang lebih luas bagi dosen dari berbagai daerah, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan dan konsultasi secara langsung.

Selanjutnya, program pengabdian kepada masyarakat berbasis desa wisata diarahkan untuk memperkuat peran dosen dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini dapat menjadi wadah kolaborasi antara FKDSI, perguruan tinggi, pemerintah daerah, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat.

Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan potensi lokal, dosen diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan tata kelola desa wisata, pemasaran digital, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi pelaksanaan kewajiban akademik, tetapi juga diharapkan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi lokal.

Program berikutnya adalah rencana pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Inisiatif ini diarahkan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan pengakuan keahlian profesional sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor industri.

Pembentukan LSP membutuhkan perencanaan kelembagaan, pemetaan skema sertifikasi, penyiapan sumber daya manusia, serta pemenuhan persyaratan dan proses lisensi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, rencana ini menjadi salah satu agenda strategis yang memerlukan persiapan dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

FKDSI juga memaparkan rencana pelatihan kompetensi dosen untuk mendukung peningkatan kapasitas profesional dan akademik para anggota. Pelatihan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dosen, mulai dari peningkatan kompetensi pembelajaran, penelitian, penulisan ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital, hingga adaptasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan dalam pendidikan tinggi.

Program pelatihan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi dosen untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan, meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, serta memperkuat daya saing akademik di tengah perubahan dunia pendidikan.

Tidak kalah penting, Rakornas juga memaparkan gagasan pembentukan Rumah Jurnal FKDSI, sebuah inisiatif yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem publikasi ilmiah dan kolaborasi akademik di lingkungan organisasi.

Rumah Jurnal FKDSI direncanakan menjadi wadah pendampingan bagi pengelola jurnal dan penulis ilmiah, termasuk dalam peningkatan kualitas naskah, tata kelola editorial, manajemen penerbitan, penguatan etika publikasi, dan pemenuhan standar pengelolaan jurnal ilmiah.

Dalam jangka panjang, program ini memiliki target untuk mendorong pengembangan jurnal-jurnal yang dikelola secara profesional dan memenuhi persyaratan akreditasi jurnal nasional sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberadaan Rumah Jurnal FKDSI diharapkan dapat memperluas kesempatan kolaborasi penelitian, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah dosen, serta memperkuat kontribusi organisasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Berbagai program tersebut masih memerlukan penjabaran lebih lanjut melalui perencanaan teknis, pembagian tanggung jawab, penentuan prioritas, dan penyusunan jadwal pelaksanaan. FKDSI berharap setiap bidang dapat menindaklanjuti gagasan yang telah dipaparkan menjadi program kerja yang realistis, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui program-program tersebut, FKDSI ingin menegaskan bahwa penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dosen dan kontribusi akademik bagi masyarakat.

Program Kerja Harus Terukur dan Berdampak

Pemaparan program unggulan menjadi bagian dari agenda yang lebih luas, yakni memastikan seluruh bidang di lingkungan DPP FKDSI memiliki arah kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

FKDSI mendorong agar setiap bidang tidak berhenti pada penyusunan gagasan, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi agenda konkret yang memiliki sasaran, tahapan pelaksanaan, jadwal, kebutuhan sumber daya, serta indikator keberhasilan.

Penyusunan program kerja dan lini masa menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa arah kebijakan organisasi dapat diterjemahkan ke dalam tindakan yang terencana. Dengan adanya perencanaan yang terukur, setiap bidang dapat menentukan prioritas, membangun kolaborasi, dan mengevaluasi capaian secara berkala.

Ketua Umum FKDSI menekankan bahwa program kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan riil dosen dan tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.

“Setiap bidang harus mampu menunjukkan kontribusi sesuai dengan tugas dan fungsinya. Kita membutuhkan program yang realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan. Ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya banyaknya kegiatan, tetapi sejauh mana program tersebut memberikan manfaat bagi dosen dan mendukung kemajuan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, FKDSI berupaya membangun budaya organisasi yang lebih disiplin, transparan, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Evaluasi pelaksanaan program juga menjadi bagian penting agar setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dan terus disempurnakan.

Dengan demikian, keberhasilan Rakornas tidak hanya diukur dari terlaksananya forum koordinasi, tetapi juga dari kemampuan organisasi menindaklanjuti gagasan menjadi program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh anggota.

FKDSI sebagai Wadah Aspirasi dan Perjuangan Dosen

Sebagai organisasi yang menghimpun dosen dari berbagai perguruan tinggi dan wilayah Indonesia, FKDSI memiliki ruang kontribusi yang luas dalam memperjuangkan penguatan profesi dosen.

Berbagai persoalan yang dihadapi dosen, mulai dari kesejahteraan, perlindungan profesi, pengembangan karier akademik, kesempatan peningkatan kualifikasi pendidikan, hingga pemerataan akses terhadap kebijakan pemerintah, membutuhkan perhatian dan komunikasi yang berkelanjutan.

FKDSI memandang bahwa penguatan kualitas pendidikan tinggi tidak dapat dilepaskan dari kondisi dosen sebagai pelaksana utama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen membutuhkan ekosistem kerja yang mendukung profesionalisme, memberikan kepastian dan perlindungan, serta membuka kesempatan yang adil untuk berkembang.

Atas dasar itu, FKDSI berkomitmen mengonsolidasikan berbagai aspirasi dosen menjadi masukan yang konstruktif bagi pemangku kebijakan. Aspirasi tersebut perlu didukung oleh data, kajian, pengalaman anggota, dan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi FKDSI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kebijakan pendidikan tinggi yang lebih responsif terhadap kebutuhan dosen dan perkembangan nasional.

Bagi FKDSI, perjuangan organisasi tidak cukup hanya dengan menyampaikan tuntutan. Diperlukan pula dialog, argumentasi berbasis data, pengawalan kebijakan, dan kolaborasi yang konsisten agar aspirasi dosen dapat dibahas secara substantif dan memperoleh perhatian yang semestinya.

Dengan menggabungkan fungsi advokasi dan pengembangan kompetensi, FKDSI berupaya menghadirkan organisasi yang mampu memperjuangkan kepentingan dosen sekaligus memperkuat kapasitas anggotanya dalam menjalankan tugas akademik.

Membangun Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pemangku Kepentingan

Rakornas juga memperkuat orientasi FKDSI untuk mengembangkan kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kemajuan pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

FKDSI menyadari bahwa tantangan pendidikan tinggi semakin kompleks. Perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, kebutuhan hilirisasi hasil riset, peningkatan daya saing perguruan tinggi, dan tuntutan kontribusi akademik bagi masyarakat memerlukan kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, dosen harus memperoleh ruang yang memadai untuk mengembangkan kapasitas akademik, menghasilkan penelitian berkualitas, memperkuat inovasi, dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan bangsa.

FKDSI ingin mengambil bagian dalam proses tersebut melalui penguatan kapasitas anggota, pengembangan jaringan akademik, pertukaran gagasan, pelaksanaan program kolaboratif, serta penyampaian rekomendasi kebijakan yang relevan.

Program Klinik Akreditasi Online, pelatihan kompetensi dosen, Rumah Jurnal FKDSI, dan pengabdian berbasis desa wisata menjadi contoh arah pengembangan kegiatan yang dapat mempertemukan kepentingan akademik dengan kebutuhan institusi dan masyarakat.

Sementara itu, rencana pendirian LSP dapat menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan ekosistem kompetensi profesional, sepanjang dipersiapkan dan dilaksanakan sesuai persyaratan yang berlaku.

Kolaborasi yang dibangun tetap perlu berpijak pada independensi organisasi, integritas akademik, dan komitmen terhadap kepentingan dosen serta kemajuan pendidikan tinggi Indonesia.

Dengan demikian, FKDSI diharapkan mampu menjalankan peran sebagai organisasi profesi yang konstruktif: kritis ketika terdapat persoalan yang perlu diperbaiki, terbuka terhadap dialog, dan siap bekerja sama untuk menghasilkan solusi.

Memperkuat Organisasi hingga Daerah

Sebagai organisasi dengan orientasi nasional, FKDSI juga membutuhkan penguatan struktur dan partisipasi anggota hingga tingkat daerah. Konsolidasi di tingkat pusat harus diikuti dengan pengembangan jaringan organisasi yang mampu menjangkau kebutuhan dosen di berbagai provinsi dan kabupaten/kota.

Keberadaan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD), sesuai dengan ketentuan organisasi, diharapkan menjadi bagian penting dalam memperluas komunikasi, menghimpun aspirasi, serta mengidentifikasi persoalan dosen berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing.

Penguatan organisasi di daerah bukan hanya berkaitan dengan pembentukan struktur, tetapi juga dengan kemampuan pengurus membangun aktivitas yang relevan dan menjaga hubungan dengan anggota.

Melalui struktur yang berjalan aktif, FKDSI diharapkan dapat menghubungkan persoalan dosen di tingkat lokal dengan agenda advokasi dan rekomendasi kebijakan di tingkat nasional.

Jaringan daerah juga berpotensi menjadi mitra pelaksanaan program-program FKDSI, seperti pelatihan kompetensi, pendampingan akademik, kolaborasi penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi lokal.

Pada saat yang sama, penguatan basis keanggotaan, pembaruan data anggota, dan peningkatan partisipasi dalam program organisasi menjadi fondasi bagi terbangunnya FKDSI yang semakin representatif.

Organisasi yang kuat membutuhkan anggota yang merasa dilibatkan, memperoleh manfaat, dan memiliki ruang untuk berkontribusi. Oleh karena itu, konsolidasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan organisasi kepada anggotanya.

Harmoni–Progresif sebagai Semangat Perjuangan

Dalam menjalankan agenda organisasi ke depan, FKDSI meneguhkan semangat Harmoni–Progresif sebagai landasan untuk membangun kebersamaan sekaligus mendorong perubahan yang positif.

Harmoni dimaknai sebagai kemampuan menjaga persatuan di tengah keberagaman latar belakang, pandangan, dan kondisi dosen di seluruh Indonesia. Sementara itu, progresif berarti memiliki keberanian untuk menghadirkan gagasan baru, memperbaiki tata kelola organisasi, memperkuat kolaborasi, dan merespons tantangan secara adaptif.

Kedua nilai tersebut menjadi penting agar FKDSI tidak hanya mampu menjaga soliditas internal, tetapi juga terus berkembang sebagai organisasi yang relevan dengan kebutuhan anggotanya.

Semangat ini juga menuntut setiap pengurus untuk mengedepankan komunikasi yang sehat, menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, serta menjaga integritas dalam menjalankan amanah organisasi.

Dengan fondasi tersebut, FKDSI berupaya membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga memiliki legitimasi melalui kerja nyata dan kepercayaan para anggotanya.

Rakornas Selesai, Kerja Organisasi Berlanjut

Tuntasnya Rakornas DPP FKDSI 2026 menjadi titik penting untuk melanjutkan konsolidasi dan mengakselerasi pelaksanaan program kerja organisasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil koordinasi diterjemahkan menjadi kegiatan nyata, target yang jelas, dan capaian yang dapat dievaluasi.

Pemaparan sejumlah program unggulan dalam Rakornas menunjukkan adanya upaya untuk memperluas kontribusi FKDSI, mulai dari pendampingan akreditasi, pengembangan kompetensi dosen, penguatan publikasi ilmiah, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Namun, seluruh gagasan tersebut membutuhkan tindak lanjut yang konsisten, kesiapan sumber daya, koordinasi lintas bidang, dan kemitraan dengan pihak-pihak terkait. Karena itu, penyusunan prioritas dan lini masa pelaksanaan menjadi langkah penting agar program dapat dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Seluruh jajaran pengurus diharapkan menjaga kesinambungan komunikasi, melaksanakan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing, dan membangun sinergi dalam mendukung agenda organisasi.

Bagi Ketua Umum FKDSI, keberhasilan organisasi pada akhirnya ditentukan oleh konsistensi dalam bekerja, kemampuan menjaga persatuan, dan keberanian memperjuangkan kepentingan dosen melalui cara-cara yang profesional serta bertanggung jawab.

“Rakornas telah kita tuntaskan, tetapi pekerjaan organisasi justru harus semakin nyata. Saya berharap seluruh pengurus menjaga komitmen, memperkuat koordinasi, dan bekerja bersama sesuai amanah masing-masing. Mari kita jadikan FKDSI sebagai rumah bersama bagi dosen Indonesia, tempat aspirasi dihimpun, gagasan dikembangkan, kompetensi diperkuat, dan perjuangan dijalankan secara bermartabat,” tutupnya.

Dengan berakhirnya Rakornas tersebut, DPP FKDSI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi, mengawal aspirasi dosen, mengembangkan program-program unggulan, membangun kemitraan strategis, dan berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan tinggi Indonesia yang berkualitas, berkeadilan, dan berdampak bagi masyarakat.

Galeri Foto & Video

Foto 1

Berita Terkait