Kabid Pengembangan Pendidikan FKDSI Dorong Transformasi Vokasi Global melalui Sinergi Strategis PPVI-IGVIM dan PT Alpha Karya Mechatronics

YOGYAKARTA,– Forum Komunikasi Dosen Seluruh Indonesia (FKDSI) terus mendorong penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran Dr. Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Bidang Pengembangan Pendidikan FKDSI, dalam mendorong sinergi strategis antara Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia–Ikatan Guru Vokasi Indonesia (PPVI-IGVIM) dan PT Alpha Karya Mechatronics.
Kolaborasi tersebut disosialisasikan melalui Webinar Nasional bertajuk “Sinergi IGVIM dan PT Alpha Karya Mechatronics: Transformasi Pendidikan Vokasi Menuju Ranah Industri Otomasi Global” yang diselenggarakan pada Rabu (21/10/2026), pukul 09.00–12.00 WIB, melalui Zoom dan YouTube.
Webinar ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, organisasi pendidik vokasi, industri, dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk membahas strategi pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Dr. Edy Siswanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PPVI-IGVIM serta dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (SPs UNY), menegaskan bahwa penguatan hubungan antara pendidikan dan industri merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan relevansi kompetensi lulusan.
“Persoalan link and match tidak cukup diselesaikan melalui kerja sama formal. Kurikulum harus relevan, pendidik perlu terus memperbarui kompetensinya, dan peserta didik harus mendapatkan pengalaman praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tegas Dr. Edy dalam pemaparannya.
Tiga Pilar Strategis Transformasi Pendidikan Vokasi
Dalam webinar tersebut, Dr. Edy memaparkan tiga pilar utama pengembangan pendidikan vokasi yang direncanakan menjadi prioritas program PPVI-IGVIM periode 2026–2028.
Pertama, sinkronisasi kurikulum berbasis proyek industri.
Program ini diarahkan pada pengembangan modul pembelajaran yang mencakup dasar-dasar mekatronika, Programmable Logic Controller (PLC), Human Machine Interface (HMI), Industrial Internet of Things (IIoT), serta Predictive Maintenance.
Penyelarasan materi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) diharapkan dapat memperkuat kompetensi peserta didik sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
“Peran FKDSI dan PPVI-IGVIM adalah menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri, sehingga kebutuhan teknologi di lapangan dapat diterjemahkan menjadi materi pembelajaran yang aplikatif,” jelasnya.
Kedua, peningkatan kompetensi dosen dan guru melalui pelatihan dan magang.
Salah satu program yang direncanakan adalah Training of Trainers (ToT) Nasional selama 40 jam pelajaran dengan sasaran awal 100 dosen dan guru anggota FKDSI serta PPVI-IGVIM. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun jejaring pendidik vokasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi otomasi.
Selain itu, program kerja sama direncanakan mencakup pengembangan akses beasiswa, magang siswa, sertifikasi kompetensi, dan perluasan jejaring profesional untuk meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri.
Ketiga, transformasi melalui pengembangan teaching factory.
Dr. Edy menegaskan bahwa transformasi pendidikan vokasi tidak hanya berkaitan dengan pembaruan peralatan, tetapi juga perubahan pendekatan pembelajaran. Satuan pendidikan perlu mengembangkan model learning factory yang memungkinkan peserta didik belajar melalui simulasi, praktik, dan proyek yang mendekati kondisi kerja nyata.
“Transformasi pendidikan vokasi bukan hanya tentang mengganti peralatan, tetapi juga mengubah pola pikir dan pendekatan pembelajaran. Pendidik harus mampu menyiapkan peserta didik agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan rencana pengembangan 50 SMK sebagai proyek percontohan teaching factory berbasis Mini Plant PT Alpha Karya Mechatronics.
Kolaborasi Penta Helix Libatkan Akademisi, Industri, dan Organisasi Profesi
Webinar ini turut menghadirkan Teuku Jaelani Yakob, S.E., Wakil Ketua Umum KADIN Aceh Bidang Vokasi dan Sertifikasi. Ia menyambut positif penguatan kolaborasi antara organisasi pendidik, industri, perguruan tinggi, pemerintah, dan KADIN.
Pendekatan Penta Helix tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan vokasi, terutama melalui penyelarasan kebutuhan industri dengan pengembangan kompetensi tenaga kerja di daerah.
Dari unsur organisasi, hadir Hernowo Subiantoro, S.Pd., M.Pd., selaku Sekretaris Jenderal PPVI-IGVIM, serta Hariani, S.T., Ketua IGVIM Aceh. Keduanya turut memperkuat komitmen organisasi untuk mendukung pelaksanaan program dan memperluas manfaat kerja sama bagi pendidik vokasi.
Sementara itu, M. Reza Pahlevi, M.Pd., Direktur PT Alpha Karya Mechatronics, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan pendidikan vokasi melalui pelatihan, pengembangan kurikulum, program magang, serta perluasan jejaring industri bagi lulusan.
“Produk kami merupakan karya anak bangsa dan telah digunakan oleh lebih dari 150 SMK dan politeknik. Kami ingin ikut mendorong lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya mampu mengoperasikan peralatan, tetapi juga memiliki kompetensi sebagai integrator sistem otomasi,” ungkap Reza.
Peta Jalan Transformasi Vokasi 2026–2028
PPVI-IGVIM turut memaparkan peta jalan pengembangan program periode 2026–2028. Pada 2026, program difokuskan pada sosialisasi kerja sama dan pelaksanaan pelatihan nasional. Pada 2027, agenda diarahkan pada perluasan implementasi teaching factory, pengembangan Mini Plant, serta penguatan kompetensi mekatronika.
Selanjutnya, pada 2028, pengembangan ditargetkan mengarah pada peningkatan daya saing lulusan melalui penyelarasan kompetensi dengan standar internasional, termasuk WorldSkills, serta penguatan penyerapan tenaga kerja di sektor industri otomasi.
Peta jalan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan program yang terukur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan antara satuan pendidikan vokasi dan dunia industri.
FKDSI Perkuat Kontribusi dalam Pengembangan Pendidikan Nasional
Keterlibatan Dr. Edy Siswanto dalam kolaborasi ini mencerminkan komitmen FKDSI untuk memperluas kontribusi dosen dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi pendidik, inovasi pembelajaran, serta penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.
FKDSI memandang bahwa tantangan pendidikan nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menghasilkan program nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara FKDSI, PPVI-IGVIM, perguruan tinggi, dan industri, diharapkan pengembangan pendidikan vokasi semakin responsif terhadap perubahan teknologi, kebutuhan tenaga kerja, dan tuntutan daya saing global.
Informasi mengenai pendaftaran program percontohan Batch 1 bagi dosen, guru, dan pendidik vokasi akan diumumkan melalui kanal resmi penyelenggara.
Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi Indonesia agar semakin adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten serta siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Harmoni–Progresif
